Tuesday, September 07, 2010

vegetarian

warung nasi goreng yang sama. pesanan seperti biasa yang belum matang.
gadis berambut ikal itu memperhatikan sosok lelaki yang baru saja datang. bukan karena wajahnya, namun kalimat yang ia katakan kepada si pemilik warung.
'nasi goreng satu,nggak pake daging sama bakso ya, Pak'

lelaki itu lalu duduk berhadapan dengan si gadis. ia memperhatikan wajah lelaki itu.terlihat lebih muda darinya. gadis itu memberanikan diri bertanya,
'nggak makan daging mas?'

lelaki itu termenung sebentar.mungkin sedikit terkejut ditegur orang asing.

'nggak,saya vegetarian.' jawabnya.

'wah,hebat.kok bisa?'

lelaki itu kembali terdiam. kali ini lebih lama.

'saya nggak mau jadi hypersex.' akhirnya ia menjawab.

di antara berjuta alasan dan alibi yang ada di dunia ini, gadis itu tidak menyangka kalimat itu yang akan keluar sebagai jawaban.lelaki itu pun tidak tahu mengapa ia mengungkapkan alasan senaif itu pada gadis asing yang baru satu menit dikenalnya.namun tanggapan si gadis justru lebih mengejutkannya.

'ah,ya. efek pencampuran daging si hewan,kan?semacam itu?'

tak ada orang yang pernah bicara seperti itu sebelumnya.
biasanya mereka mencemooh, merasa alasan itu tidak masuk akal. tak berlogika. alasan bodoh. cemen.

'saya dokter. calon dokter,maksudnya.' ralat gadis itu cepat.ia belum diwisuda,bagaimana mungkin menyebut dirinya dokter.

lelaki itu tersenyum maklum.mengerti alasan mengapa si gadis tidak mencemoohnya. gadis itu juga pasti tahu bahwa alasan itu benar.masuk akal.berlogika.

'mengapa?' tanya si gadis.

'ya?' sahut pria itu tak mengerti.

'bukankah lelaki biasanya tak peduli?perjaka atau tidak bukankah tidak masalah untuk mereka?' nada suaranya kini terdengar meledek. bukan pada lelaki itu. tapi pada para pria yang ia sebut dalam kalimatnya barusan.

'mungkin.'

lama ia terdiam. seperti menimbang-nimbang sesuatu.
si gadis menunggu.

'pekerjaan ibu saya..' kalimatnya menggantung.
lelaki itu tidak perlu melanjutkan kalimatnya. mata mereka beradu. si gadis sudah mengerti. lelaki itu pun tahu.
bahasa paling indah adalah saat kamu tidak perlu bicara apa-apa dan lawan bicaramu mengerti,bukan?

keheningan mereka terpecah ketika pesanan gadis itu datang.

'ini,non.nggak pake daging kayak biasa.' kata si pemilik warung.
lelaki itu menatap si gadis, setengah tidak percaya.
gadis itu mengangkat bahunya. mereka sama.
hanya alasan mereka yang berbeda.

No comments:

Post a Comment

Creative Commons License
Journey. And Us. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported License.